Minggu, 16 Desember 2012

Mengelola Etika dan Tanggung Jawab Sosial


PENGENALAN TUJUAN DAN RENCANA
Tujuan: kondisi di masa depan yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan.
Rencana: cetak biru yg digunakan untuk mencapai tujuan, mengalokasikan sumber daya, waktu, tugas, dan lainnya yg diperlukan
Perbedaan diatas: Tujuan (sasaran dimasa depan), rencana (sarana yg digunakan untuk masa sekarang)
Perencanaan: segala sesuatu yg dilakukan untuk mencapai tujuan.

TINGKATAN TUJUAN DAN RENCANA
Manajer puncak menerapkan rencana strategis yang berkomitmen pada efektifitas dan efisiensi perusahaan. Manajer menengah menerapkan rencana taktis yg merupakan langkah-langkah dari rencana strategis kepada divisi-divisinya. Manajer bawah, termasuk didalamnya adalah manajer lini pertama dan staf menerapkan rencana operasional yang berfokus pada tugas dan proses tertentu dan membantu manajer puncak dan menengah dalam mewujudkan rencananya.

MANFAAT TUJUAN DAN RENCANA:

1.      Legitimasi: pernyataan misi kepada pihak eksternal dan internal agar perusahaan mendapat pandangan yang positif
2.      Sumber motivasi dan komitmen: mempublikasikan tujuan dan rencana kepada karyawan agar mereka tahu tujuan dan rencana perusahaan seperti apa guna meningkatkan motivasi bekerja mereka.
3.      Alokasi sumber daya: rencana dan tujuan membantu para manajer untuk menentukan sumber daya apakah yang diperukan untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.
4.      Panduan tindakan: dengan rencana dan tujuan, akan memandu tindakan-tindakan kita untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut.
5.      Dasar pengambilan keputusan: dengan menetapkan rencana dan tujuan, maka akan terlihat keputusan-keputusan yang akan diambil oleh manajer.
6.      Standar kerja: tuuan berfungsi sebagai standardisasi kinerja perusahaan dengan melihat pertumbuhan perusahaan dengan rencananya, apakah menurun,atau justru sebaliknya.

PROSES PERENCANAAN PERUSAHAAN :

1.      Membuat rencana: meliputi membuat visi, misi serta menetapkan tujuan
2.      Menterjemahkan rencana: meliputi membuat rencana dan sasaran taktis, memetakan strategi, membuat rencana kontingensi dan skenario, dan membentuk tim intelijen.
3.      Merencanakan operasi: meliputi membuat tujuan dan rencana operasional, memilih ukuran dan target, menentukan tujuan abadi, membuat perncanaan krisis
4.      Melaksanakan rencana: menggunakan manajemen bersasaran, instrumen panel kinerja, rencana sekali pakai, dan tanggungjawab terdesentralisasi
5.      Memonitorial: meliputi mengevaluasi perencanaan dan operasional

MISI: Dasar keberadaan suati perusahaan
PERNYATAAN MISI: Nilai-nilai pada perusahaan yg bias membedakan dengan perusahaan lain yg sejenis.
TUJUAN STRATEGIS: Pernyataan umum mengenai masa depan yg hendak dicapai oleh perusahaan.
RENCANA STRATEGIS: Langkah-langkah perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan.
TUJUAN TAKTIS: Tujuang harus dicapai oleh divisi-divisi/departemen-departemen utama untuk mencapai tujuan keseluruhan perusahaan.
RENCANA TAKTIS: Rencana yg disusun untuk membantu rencana strategis dan mencapai bagian tertentu dari rencana perusahaan.
TUJUAN OPERASIONAL: Hasil yg diharapkan bagi para departemen, kelompok kerja,dan individu pegawai.
RENCANA OPERASIONAL: Rencana yg disusun pada tingkatan yg lebih rendah guna mendukung rencana taktis dan mencapai rencana operasional.
MENYELARASKAN TUJUAN MELALUI PETA STRATEGI
PETA STRATEGI: gambaran visual tentang faktor pendorong kesuksesan perusahaan yg menggambarkan hubungan sebab akibat antara tujuan dan rencana.

KRITERIA TUJUAN EFEKTIF:
1.       Spesifik dan terukur: tujuan dapat mengukur kemajuan perusahaan secara kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan kebutuhannya.
2.      Memiliki jangka waktu yg pasti: menetapkan tujuan tersebut harus sudah terwujud pada waktu yg telah ditentukan agar memotivasi karyawan untuk mengerjakannya.
3.      Mencakup hasil-hasil yg penting: Tujuan harus meliputi beberapa aspek yg dianggap penting saja, jangan semua aspek dimasukkan dalam tujuan karena jumlahnya akan sangat banyak dan menjadi tidak berguna.
4.      Menantang tetapi realistis: Jika tidak realistis, maka sifatnya akan samar dan karyawan tidak akan termotivasi untuk bekerja lebih baik sesuai dengan tujuan perusahaan.
5.      Dikaitkan dg imbalan: Agar karyawan bias mengoptimalkan kinerja mereka, mereka pasti akan memperhatikan gaji serta imbalan yg ada. Untuk memacu semangat mereka, digunakanlah imbalan.
MANAJEMEN BERSASARAN: system yg digunakan manajer dan pegawai untuk menentukan tujuan pada departemen, proyek, maupun personel dan menggunakan mereka dalam memonitoring kinerja mereka selanjutnya. Kegiatan dalam manajemen bersasaran: Mnetapkan tujuan, membuat rencana tindakan, mengevaluasi kemajuan, menilai kinerja secara keseluruhan.Manfaat: Memfokuskan pada kegiatan yg mendorong kemajuan, memotivasi karyawan, kinerja perusahaan meningkat, tujuamn departemen dan individu selaras dg perusahaan. Potensi masalah dalam manajemen bersasaran: menghabiskan energy karena banyaknya tugas laporan, tujuan strategis dpt dganti dg tjuan operasional, afektivitas terhambat.
RENCANA SEKALI PAKAI: rencana yg dibuat untuk mencapai sejumlah tujuan yg tidak akan terulang dimasa mendatang. RENCANA TETAP: Rencana yg dibuat untuk mengatasi tugas atau situasi yg berkelanjutan, biasanya berupa eraturan dan kebijakan.

3 METODE PERENCANAAN PENTING:
1.      PERENCANAAN KONTINGENSI: Rencana yg menentukan respon perusahaan saat mengalami keadaan darurat, kemerosotan, maupun situasi tak terduga.
2.      PEMBUATAN SKENARIO: Langkah-langkah untuk mengamati tren yg sedang terjadi dan tidak berkesinambungan serta membuat alternatif-alternatif terhadap apa yg akan terjadi dimasa mendatang, entah alternatifnya bersifat optimis maupun pesimis.
3.      PERENCANAAN KRISIS: Perencanaan yg dibuat apabila manajer tidak siap untuk merespons kejadian-kejadian tak terduga.
Pencegahan Krisis meliputi: membangun hubungan baik dengan bawahan dan mendeteksi sinyal dari lingkungan sekitar.Sedangkan Persiapannya meliputi pembentukan tim manajemen krisis dan juru bucara perusahaan, pembuatan rencana manajemen krisis terperinci, dan membuat sistem komunikasi yg efektif.

MEMBUAT PERENCANAAN UNTUK MENCAPAI KINERJA YG TINGGI
·         PENDEKATAN PERENCANAAN TRADISIONAL: Perencanaan yg dilakukan seluruhnya oleh manajer puncak dg menggunakan jasa konsultan dan departemen perencanaan pusat (sekelompok ahli yg memberikan perancanaan kpd perusahaan dan departemen serta divisi-divisi yg selanjutnya akan langsung dipertanggungjawabkan pada presiden atau CEO)
·         PENDEKATAN PERENCANAAN KINERJA TINGGI
Perencanaan terdesentralisasi: Perencanaan yg melibatkan seluruh ahli perencanaan pada peusahaan

PANDUAN MEMBUAT PERENCANAAN DI TEMPAT KERJA BARU:
a.      Menetapkan Tujuan Abadi untuk mencapai kualitas unggul
b.      Menggunakan Panel Instrumen Kerja
c.       Membentuk Tim Intelijen (sekelompok manajer dg pegawai lintas lini yg bekerjasama untuk memahami masalah persaingan tertentu secara mendalam dan membrikan saran serta perencanaan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar